“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi
tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)-nya,
niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Luqman. 27).
“Katakanlah: “Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis)
kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis
(ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan
sebanyak itu (pula)”. (QS. Al Kahfi. 109).
Yang mengagumkan, semakin hebat kemampuan ilmu ini mengungkap
rahasia alam semesta, semakin bertambah pula keyakinan kita bahwa yang
menciptakan alam semesta ini adalah Dzat yang menurunkan Al-qur’an yang
mulia (Dr. Zaghlul an- Najjar di dalam buku sains dalam Al-qur’an).
Al-qur’an berisi 1.300 ayat yang berbicara tentang alam semesta dan penciptaan manusia.
Berarti ALLAH menyuruh kita untuk merenung mengenai penciptaan manusia, langit, bumi dan alam semesta?
“Berfikir sesaat lebih baik dari pada beribadah semalam”(diriwayatkan oleh Al-Baihaqi).
Umar bin Abdul Aziz pernah mengatakan “Merenungkan nikmat-nikmat Allah merupakan salah sepatu ibadah yang utama”
Ummu Darda’ pernah ditanya, “Apa amalan Abu Darda’ yang paling utama?”Abu Darda’ menjawab “Berfikir dan mengambil pelajaran”.
Amir ibn Abd Qais menceritakan, “saya pernah mendengar tidak hanya
satu atau dua tiga sahabat Rasulullah, tetapi banyak mereka mengatakan,
sesungguhnya cahaya iman adalah berfikir”.
Sekarang pertanyaannya adalah sudah kah kita berfikir dan merenung Alam semesta ini?
“Sesungguhnya, Kami telah menghiasi langit dunia (yang terdekat) dengan hiasan bintang-bintang.”(Ash-Shaffat:6).
Tahukah?
Jumlah bintang di galaxy bimasakti dimana bumi berada, sebanyak 30
miliar Bintang. sejagat raya terdiri dari 200 miliar galaxy. Jika di
kali kan berapa jumlah bintang sejagat raya, 6.000.000.000.000 galaxi.
Masih kalah bukan dengan jumlah penduduk di muka bumi ini hanya sebesar
7,324,782,225 jiwa. (Divisi kependudukan PBB, Tertanggal 1 Juli 2015).
Maha Besar ALLAH yang tak pernah pusing mengurusi ciptaannya.
“Tidak lengah sedikit pun dari pengetahuan Tuhanmu biar pun sebesar
zarrah (semut kecil), baik di bumi ataupun di langit. Tidak ada suatu
yang lebih kecil dan yang lebih besar daripada itu, melainkan (semua
tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.
Semoga dengan merenungkan ciptaannya menambah kualitatif dan
kuantitatif ibadah kita kepada Allah (Q.S Maryam : 65) di samping
memperbaiki hubungan dengan manusia.
Maha Suci Allah sebanyak ciptaan-Nya di langit, Maha Suci Allah
sebanyak ciptaan-Nya di bumi, Maha Suci Allah sebanyak ciptaan-Nya di
antara langit dan bumi, Maha Suci Allah sebanyak semua ciptaan-Nya.
Allahu’alam bishowab….
Palangkaraya, 1 September 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar