Senin, 16 September 2024

Pertumbuhan Dinasti-Dinasti pada masa Abbasiyah


Berkuasa sekitar 767 tahun dari tahun 750  M s.d. 1517 M didirikan oleh Abbdullah bin saffah. Wilayah kekuasaan Abbasiyah meliputi Maroko, Turki, Irak, Mesir, Suriah, India, hingga Persia, Dengan rincian:

1.    750–754: As-Saffah (pertama)

2.    1242–1258: Al-Musta'shim (Khalifah terakhir di Baghdad)

3.    1508–1517: Al-Mutawakkil III (Khalifah terakhir di Kairo)

Terdiri dari 37 khalifah, 3 diantaranya adalah khalifah yang menonjol yaitu: Harun Ar Rasyid, Abu Ja'far Al Mansur dan Abdullah Al makmum. Wilayah kekuasaan dari

Ketika mulai runtuh kota dipindahkan dari Baghdad ke Kairo. Kemudian tidak kuat sehingga runtuh tak bersisa. Kota Baghdad dijuluki sebagai kota 1001 malam, maksudnya adalah sangkin banyaknya ilmu pengetahuan sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dikisahkan, sangkin banyakNya sehingga dijuluki 1001 malam. 1001 malam ilmu pengetahuan.

1.    Sejarah Berdirinya

Kekhalifahan ini berkuasa setelah runtuhnya Bani Umayyah dan menundukkan semua wilayahnya kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah merujuk kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin Abdul-Muththalib (566 M - 652 M). Anak dari kakek Abdul Muthalib.

2.    Kemajuan dan Kekurangan

Beberapa kemajuan bidang ilmu, ekonomi dan militer dinasti Abbasyiah:

1.  Pada saat itu eropa masih belajar mandi. Sedangkan Baghdad sudah memandikan cahaya.

2.  Sangat kaya, pasukan Mongol pada saat itu menyerang Baghdad, sehingga meminta untuk menunjukkan emas, ditengah istana ada kolam ketika dikuras isinya emas. Kemudian istana di kota Baghdad memiliki gerbang yang disebut gerbang emas, kemungkinan gerbangnya berbahan emas dan pualam.

Saluran

Membangun gedung2 untuk ibadah haji

3.    Ilmu pengetahuan pada saat itu sangan berkembang. 4 Mazhab (Abu Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i  dan Bani Hmadal, dan 9 perawai Al-Hadist juga muncul pada saat itu termasuk Al-Bukhori dan Muslim. Kemudian ahli tafsir: Ibnu Katsir dan Ath-Thabari. Tawawuf: Imam Al-GhazaliPada fase ini, juga berkembang juga ilmu dibidang-bidang lain seperti di bidang Astronomi, kedokteran: Ar-Razi dan Ibnu Sina, kimia bapak kimia Jabir bin Hayyan, fisika dan geografi. Ilmuwan yang lain Al khawarizmi, Al kindi, ibnu sina, Al zahrawi, Al jazari.

4.    Kekuatan militer sangat kuat. Pada saat itu, ada wanita muslimah dilecehkan oleh tentara Romawi dan dipukul sehingga teriak apa wahai khalifah al-mu'tashim Tolong saya, tolong saya di Damaskus Syiria jauh dari Baghdad, dari mulut ke mulut sampai ke telinga Mu’tasim Billah, kemudian ditulis surat ke Romawi, isi suratnya jika kalian tidak meminta maaf ke wanita tersebut maka memberangkatkan pasukan perang yang memanjang dari Baghdad sampai ke damaskus.

Kekurangan:

·       Mulai merebak pemikiran aneh, hanya meagungkan akal, efek negatif perkembangan ilmu pengetahuan yang tidak terbendung, dari filsafat Yunani, Al-Qur’an itu makluk Allah, Allah itu Khalik/pencipta, selain itu makhluk, Al-Qur’an Khalik bukan berarti makhluk. Sehingga berkembang pengetahuan bahwa semua adalah makhluk kecuali Allah SWT, sehingga Al-Qur’an didefenisikan sebagai makhluk. Imam Ahmad bin Hamdal tidak mengakui bahwa Al-Qur’an itu adalah makhluk dicambuk dan dipenjara. Muncul pada saat Khalifah Al-Ma’mun dan Al-Amin.

·       Pemalsuan Al-Hadist juga benyak bermunculan, al-khawarij juga banyak.

·       Perkembangnya Ahlul Ra’yi adalah mengambil sebuah fatwa terhadap ilmu fiqih lebih dominan berpikir dengan akal daripada hadist.

3.    Sebab Keruntuhan

a.     Faktor Eksternal:

Penyerangan bangsa Mongol Hulagu Khan Ke Baghdad membumi hanguskan semua ilmu pengetahuan sampai-sampai air sungai Tigris menjadi hitam akibat tinta dari banyak sekali buku yang dibuang ke sungai itu dan juga menjadi merah akibat darah dari para ilmuwan dan filsuf yang dibunuh di sana.

Mongke Khan memerinthakan saudaranya untuk mengampuni Khalifah jika dia menyerah kepada kekuasaan Khan Mongol. Ketika mendekati Baghdad, Hulagu menuntut supaya kota itu menyerah; sang khalifah, Al-Musta'sim, menolak. Dalam banyak sumber, Al-Musta'sim sebenarya tidak bersiap untuk diserang; dia tidak mengumpulkan pasukan dan tidak memperkuat tembok kota. Dia hanya tidak mau menyerahkan kota Baghdad kepada "orang barbar kafir" (Mongol) dan dia percaya bahwa jikapun dia menyerah, pasukan Mongol itu akan tetap membantai penduduk kota. Begitu mendengar penolakan kahlifah, Hulagu sangat marah dan bersumpah bahwa kota itu akan dihancurkan.

Pada tanggal 10 Februari, Baghdad menyerah. Pasukan Mongol menyerbu ke dalam kota pada tanggal 13 Februari dan dimulailah satu minggu pembantaian dan penghancuran.

·      Perpustakaan Agung Baghdad, yang menyimpan banyak sekali dokumen sejarah dan buku yang sangat berharga dalam berbagai bidang mulai dari pengobatan sampai astronomi, dihancurkan. Orang-orang yang selamat melaporkan bahwa air sungai Tigris menjadi hitam akibat tinta dari banyak sekali buku yang dibuang ke sungai itu dan juga menjadi merah akibat darah dari para ilmuwan dan filsuf yang dibunuh di sana.

·       Para penduduk berusaha kabur namun mereka dicegat oleh pasukan mongol dan dibantai. Beberapa ilmuwan mengatakan korban jiwa sebanyak dua ratus ribu hingga satu juta orang.

·       Pasukan Mongol menjarah dan kemudian menghancurkan masjid, istana, perpustakaan, rumah sakit dan angunan-bangunan besar yang merupakan hasil karya beberapa generasi dibakar sampai habis.

·       Khalifah dipaksa menonton ketika penduduknya dibantai dan harta bendanya dirampas. Menurut sebagian besar sumber, khalifah dibunuh dengan cara diinjak-injak oleh kuda. Pasukan mongol menggulung khalifah dalam sebuah karpet, dan mereka lalu menunggang kuda di atas badannya, karena mereka percaya bahwa bumi akan marah jika ada darah penguasa yang ditumpahkan. Semau putraya dibunuh kecuali satu orang, yang kemudian dikirim ke Mongolia, di sana para seajarawan Mongolia melaporkkan bahwa dia menikah dan memiliki anak, tetapi dia tidak terlibat apa-apa lagi dalam perkembangan Islam.

·   Hulagu harus memindahkan perkemahannya ke luar dari kota akibat bau busuk yang sangat menyengat di dalam kota.

·  Jumlah penduduk Baghdad jauh berkurang dan kota itu menjadi reruntuhan selama beberapa abad berikutnya dan hanya secara perlahan pulih dan memperoleh sedikit dari kejayaan lamanya. Madarasah yang masih selamat adalah madrasah Nidhamiyah dari saya keilmuwan dihidupkan kembali.

b.     Faktor internal adalah:

·       Lemahnya kepimpinan islam

  •    Melebihkan bangsa lain dibandingkan dengan bangsa senidir. Banyak orang Persia menduduki jabatan strategis seperti militer dan wajir.
  •   Ketergantungan tentara bayaran sehingga membengkak keungan militer dan pengeluaran akomodasi terlalu besar.
  •       Tidak adanya ideologi pemersatu
  •      Kuatnya pengaruh faham fusi dan taqlid. Ajaran ini mengajarkan untuk meninggalkan dunia, fokus beribadah saja, sehingga para orang-orang alim tidak memiliki jabatan strategis.
  •    Munculnya kerjaan -kerajaan baru, luasnya wilayah kekuasaan dan ketidak puasan terhadap pemerintah.

 

 


Pertumbuhan Dinasti-Dinasti pada masa Abbasiyah

Berkuasa sekitar 767 tahun dari tahun 750   M s.d. 1517 M didirikan oleh Abbdullah bin saffah. Wilayah kekuasaan Abbasiyah meliputi Maroko...