Berkuasa
sekitar 767 tahun dari tahun 750 M s.d.
1517 M didirikan oleh Abbdullah bin saffah. Wilayah kekuasaan
Abbasiyah meliputi Maroko, Turki, Irak, Mesir, Suriah, India, hingga
Persia, Dengan rincian:
1.
750–754: As-Saffah (pertama)
2.
1242–1258: Al-Musta'shim (Khalifah terakhir di
Baghdad)
3.
1508–1517:
Al-Mutawakkil III (Khalifah terakhir di Kairo)
Terdiri dari 37 khalifah, 3
diantaranya adalah khalifah yang menonjol yaitu: Harun Ar Rasyid, Abu Ja'far Al
Mansur dan Abdullah Al makmum. Wilayah kekuasaan dari
Ketika mulai runtuh kota
dipindahkan dari Baghdad ke Kairo. Kemudian
tidak kuat sehingga runtuh tak bersisa. Kota Baghdad dijuluki sebagai kota 1001
malam, maksudnya adalah sangkin banyaknya ilmu pengetahuan sehingga membutuhkan
waktu yang sangat lama untuk dikisahkan, sangkin banyakNya sehingga dijuluki
1001 malam. 1001 malam ilmu pengetahuan.
1.
Sejarah
Berdirinya
Kekhalifahan ini berkuasa setelah runtuhnya Bani Umayyah
dan menundukkan semua wilayahnya kecuali Andalusia. Bani Abbasiyah merujuk
kepada keturunan dari paman Nabi Muhammad yang termuda, yaitu Abbas bin
Abdul-Muththalib (566 M - 652 M). Anak dari kakek Abdul Muthalib.
2.
Kemajuan
dan Kekurangan
Beberapa
kemajuan bidang ilmu, ekonomi dan militer dinasti Abbasyiah:
1. Pada saat
itu eropa masih belajar mandi. Sedangkan Baghdad sudah memandikan cahaya.
2. Sangat
kaya, pasukan Mongol pada saat itu menyerang Baghdad, sehingga meminta untuk
menunjukkan emas, ditengah istana ada kolam ketika dikuras isinya emas.
Kemudian istana di kota Baghdad memiliki gerbang yang disebut gerbang emas,
kemungkinan gerbangnya berbahan emas dan pualam.
Saluran
Membangun gedung2 untuk ibadah haji
3.
Ilmu
pengetahuan pada saat itu sangan berkembang. 4 Mazhab (Abu Hanafi, Imam Malik,
Imam Syafi’i dan Bani Hmadal, dan 9
perawai Al-Hadist juga muncul pada saat itu termasuk Al-Bukhori dan Muslim.
Kemudian ahli tafsir: Ibnu Katsir dan Ath-Thabari. Tawawuf: Imam Al-GhazaliPada
fase ini, juga berkembang juga ilmu dibidang-bidang lain seperti di bidang
Astronomi, kedokteran: Ar-Razi dan Ibnu Sina, kimia bapak kimia Jabir bin
Hayyan, fisika dan geografi. Ilmuwan yang lain Al khawarizmi, Al kindi, ibnu
sina, Al zahrawi, Al jazari.
4. Kekuatan militer sangat kuat. Pada saat itu, ada wanita muslimah dilecehkan oleh tentara Romawi dan dipukul sehingga teriak apa wahai khalifah al-mu'tashim Tolong saya, tolong saya di Damaskus Syiria jauh dari Baghdad, dari mulut ke mulut sampai ke telinga Mu’tasim Billah, kemudian ditulis surat ke Romawi, isi suratnya jika kalian tidak meminta maaf ke wanita tersebut maka memberangkatkan pasukan perang yang memanjang dari Baghdad sampai ke damaskus.
Kekurangan:
·
Mulai
merebak pemikiran aneh, hanya meagungkan akal, efek negatif perkembangan ilmu
pengetahuan yang tidak terbendung, dari filsafat Yunani, Al-Qur’an itu makluk
Allah, Allah itu Khalik/pencipta, selain itu makhluk, Al-Qur’an Khalik bukan
berarti makhluk. Sehingga berkembang pengetahuan bahwa semua adalah makhluk
kecuali Allah SWT, sehingga Al-Qur’an didefenisikan sebagai makhluk. Imam Ahmad
bin Hamdal tidak mengakui bahwa Al-Qur’an itu adalah makhluk dicambuk dan
dipenjara. Muncul pada saat Khalifah Al-Ma’mun dan Al-Amin.
·
Pemalsuan
Al-Hadist juga benyak bermunculan, al-khawarij juga banyak.
·
Perkembangnya
Ahlul Ra’yi adalah mengambil sebuah fatwa terhadap ilmu fiqih lebih dominan
berpikir dengan akal daripada hadist.
3.
Sebab
Keruntuhan
a.
Faktor
Eksternal:
Penyerangan
bangsa Mongol Hulagu Khan Ke Baghdad membumi hanguskan semua ilmu pengetahuan
sampai-sampai air sungai Tigris menjadi hitam akibat tinta dari banyak sekali
buku yang dibuang ke sungai itu dan juga menjadi merah akibat darah dari para
ilmuwan dan filsuf yang dibunuh di sana.
Mongke
Khan memerinthakan saudaranya untuk mengampuni Khalifah jika dia menyerah
kepada kekuasaan Khan Mongol. Ketika mendekati Baghdad, Hulagu menuntut supaya
kota itu menyerah; sang khalifah, Al-Musta'sim, menolak. Dalam banyak sumber,
Al-Musta'sim sebenarya tidak bersiap untuk diserang; dia tidak mengumpulkan
pasukan dan tidak memperkuat tembok kota. Dia hanya tidak mau menyerahkan kota
Baghdad kepada "orang barbar kafir" (Mongol) dan dia percaya bahwa
jikapun dia menyerah, pasukan Mongol itu akan tetap membantai penduduk kota.
Begitu mendengar penolakan kahlifah, Hulagu sangat marah dan bersumpah bahwa
kota itu akan dihancurkan.
Pada
tanggal 10 Februari, Baghdad menyerah. Pasukan Mongol menyerbu ke dalam kota
pada tanggal 13 Februari dan dimulailah satu minggu pembantaian dan
penghancuran.
· Perpustakaan
Agung Baghdad, yang menyimpan banyak sekali dokumen sejarah dan buku yang
sangat berharga dalam berbagai bidang mulai dari pengobatan sampai astronomi,
dihancurkan. Orang-orang yang selamat melaporkan bahwa air sungai Tigris
menjadi hitam akibat tinta dari banyak sekali buku yang dibuang ke sungai itu
dan juga menjadi merah akibat darah dari para ilmuwan dan filsuf yang dibunuh
di sana.
·
Para
penduduk berusaha kabur namun mereka dicegat oleh pasukan mongol dan dibantai. Beberapa
ilmuwan mengatakan korban jiwa sebanyak dua ratus ribu hingga satu juta orang.
·
Pasukan Mongol menjarah dan kemudian
menghancurkan masjid, istana, perpustakaan, rumah sakit dan angunan-bangunan
besar yang merupakan hasil karya beberapa generasi dibakar sampai habis.
·
Khalifah
dipaksa menonton ketika penduduknya dibantai dan harta bendanya dirampas.
Menurut sebagian besar sumber, khalifah dibunuh dengan cara diinjak-injak oleh
kuda. Pasukan mongol menggulung khalifah dalam sebuah karpet, dan mereka lalu
menunggang kuda di atas badannya, karena mereka percaya bahwa bumi akan marah
jika ada darah penguasa yang ditumpahkan. Semau putraya dibunuh kecuali satu
orang, yang kemudian dikirim ke Mongolia, di sana para seajarawan Mongolia
melaporkkan bahwa dia menikah dan memiliki anak, tetapi dia tidak terlibat
apa-apa lagi dalam perkembangan Islam.
· Hulagu
harus memindahkan perkemahannya ke luar dari kota akibat bau busuk yang sangat
menyengat di dalam kota.
· Jumlah
penduduk Baghdad jauh berkurang dan kota itu menjadi reruntuhan selama beberapa
abad berikutnya dan hanya secara perlahan pulih dan memperoleh sedikit dari
kejayaan lamanya. Madarasah yang masih selamat adalah madrasah Nidhamiyah dari
saya keilmuwan dihidupkan kembali.
b. Faktor
internal adalah:
· Lemahnya kepimpinan islam
- Melebihkan bangsa lain dibandingkan dengan bangsa senidir. Banyak orang Persia menduduki jabatan strategis seperti militer dan wajir.
- Ketergantungan tentara bayaran sehingga membengkak keungan militer dan pengeluaran akomodasi terlalu besar.
- Tidak adanya ideologi pemersatu
- Kuatnya pengaruh faham fusi dan taqlid. Ajaran ini mengajarkan untuk meninggalkan dunia, fokus beribadah saja, sehingga para orang-orang alim tidak memiliki jabatan strategis.
- Munculnya kerjaan -kerajaan baru, luasnya wilayah kekuasaan dan ketidak puasan terhadap pemerintah.