Senin, 03 Januari 2022

Vit Mind, Vit Soul, Vit Body

 A.    Kebersihan

Dalam Islam semua aktivitas seorang Muslim diatur dari keadaan bangun tidur hingga tidur kembali. Tak terkecuali dalam hal kebersihan dan kesehatan Pribadi Seorang Muslim serta berkolerasi terhadap kualitas dan kuantitas ibadah yang kita kerjakan.

Dalam Pembahasan Fiqh, BAB Thaharar (bersuci) adalah BAB pertama yang dibahas terlebih dahulu baru membahas BAB Shalat. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa kebersihan hal utama yang perlu dipelajari sebelum mengetahui yang lain dalam Fiqh. Mengapa demikian karena thaharah (bersuci) merupakan salah satu syarat syahnya shalat, padahal kita tahu shalat adalah rukun dari rukun Islam setelah dua kalimat syahadat. Jadi, syarat sahnya shalat tentu harus didahulukan pembahasannya daripada yang disyaratkan yaitu shalat.


Thaharah secara bahasa artinya bersuci atau menghilangkan kotoran. Adapun secara syar’i yaitu menghilangkan najis atau kotoran dengan air dan debu (tanah) yang suci lagi menyucikan dengan tata caraa yang telah ditentukan oleh syari’aat Islam.

Sedangkan arti kebersihan menurut Wikipedia, kebersihan adalah sebuah keadaan dari sebuah barang atau orang yang terlindung dari kotoran, bau dan hal lainnya yang diaanggap kotor.

Bersih adalah keadaan setelah kita berthaharar (bersuci). Dalam Islam sebelum shalat kita diwajibkan berthaharar, jika tidak menemukan air sekalipun bisa mengunakan benda suci lainnya seperti debu atau batu. Begitulah Islam mengatur ummatnya agar tetap bisa bersuci dimanapun dan kapanpun agar ketika beribadah kepada Allah dalam keadaan bersuci dan bersih.

B.  Kesehatan Jasmani

Kebersihan seorang Muslim tidak hanya dalam menjalan ibadah wajib saja melainkan untuk menjaga kebersihan pribadi. Tidak hanya sehat lahiriyah melainkan sehat jasmaniyah juga.

Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam musyawarah Nasional Ulama pada tahun 1983, meyebutkan bahwa kesehatan merupakan ketahanan jasmani, rohani, dan sosial yang dimiliki oleh manusia sebagai karunia dari Allah yang wajib disyukuri dengan cara mengamalkansegala ajaranNya.

Sedangkan Menurut WHO (World Health Organization) Kesehatan adalah suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan.

Ada beberapa hadist shahih yang menjelaskaan bagaimana merawat badan agar tetap bersih dan menjaga kebersihan pribadi seorang Muslim. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Perihal pentingnya menyikat gigi, Abu Hurairah RA juga melaporkan Rasulullah SAW juga pernah berkata, "Seandainya aku tidak ingin terlalu membebani pengikutku, aku akan memerintahkan mereka menggunakan siwak setiap sebelum melakukan ibadah." (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dan hadist yang menjelaskan perilaku menjaga kebersihan pribadi seorang Muslim, Abu Hurairah menyebut Nabi SAW pernah bersabda, "Fitrah itu ada lima, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak". (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Dari dua hadist ini sudah jelas diperintahkan untuk menjaga kesehatan jasmani (fisik) dengan melakukannya secara rutin seperti mengosok gigi atau bersiwak setiap sebelum melakukan ibadah menjaga agar mulut bersih dan memotong kuku serta bulu.

Beberapa masalah akibat jarang menggosok gigi dirangkum dari hellosehat.com diantaranya adalah bau mulut, gigi berlubang, penyakit gusi, penyakit jantung dan infeksi paru.

Penyakit jantung akibat jarang menggosok gigi dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya sebanyak 3 kali lipat. Bakteri yang menginfeksi gusi dan menyebabkan penyakit periodontitis dapat ikut mengalir ke pembuluh darah dan menyebabkan peradangan dan kerusakan di pembuluh darah. Ini meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan sumbatan pembuluh darah.

Selain memicu penyakit jantung, kesehatan gigi yang buruk juga bisa menyebabkan infeksi paru atau pneumonia. Secara umum mekanismenya sama seperti risiko penyakit jantung yang sudah disebutkan di atas.

Menurut Dental Health Foundation, yayasan kesehatan gigi di Amerika Serikat. Dalam websitenya, mereka mengungkapkan bahwa gigi yang kotor dapat memengaruhi kesehatan paru Juga bisa menyebabkan infeksi paru, Risiko ini terjadi akibat bakteri penyebab infeksi gusi terhirup saat bernapas lewat mulut sehingga masuk ke dalam paru dan menginfeksinya.

Selain itu, Rasulullah sendiri sudah mencontohkan kepada kita terkait pola hidup dan makan sehat. Rasulullah seantiasa bersiwak sampai-sampai Rasulullah ingin mewajibkannya terhadap ummat Islam, makan sebelum lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang, makan buah terutama kurma, menghindari makan berlebihan serta sering melakukan olahraga seperti yang disunnahkan memanah, menunggang kuda dan berenang.

C.  Kesehatan Akal dan Qalbu

Kesehatan akal diperolah dengan banyak membaca buku-buku dan merenungkan ciptaan Sang Maha Kuasa di Dunia ini serta banyak mendengarkan ceramah-ceramah dari ustadz dalam majelis-majelis ilmu.

Sedangkan Qalbu terdapat dua macam. Pertama adalah Qalbu Jismani dan yang kedua adalah Qalbu ruhani. Disini yang akan dijelaskan adalah tentang Qalbu ruhani.

Qalbu ruhani adalah hati nurani, tempat dimana niatan ibadah berada apakah karena Allah SWT atau karena niatan lainnya. Qalbu ini akan berpengaruh terhadap keadaan seorang muslim tersebut. Jika ia berdosa makan akan berbentuk bercak hitam sehingga Qalbu lama-kelamaan menjadi hitam pekat. Mari kit abaca hadist berikut ini:

“Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya”. (HR Ibnu Majah)

Qalbu juga bisa berpenyakit seperti halnya penyakit jasmani, penyakit Qalbu ruhani ini disebutkan dalam Al-Qur’an sebanyak 13 kali, مَّرَضٌ قُلُوْبِهِمْ artinya orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit. Dalam Q.S Al. Baqarah: 10, Q.S Al-Ma’idah: 52, Q.S Al-Anfal: 49, Q.S At-Taubah: 125, Q.S Yusuf : 57, Q.S Al-Hajj : 53, Q.S An-Nur : 50, Al-Ahzab : 12, 32, dan 60, Q.S Muhammad : 20 dan 29, Q.S Al-Mudassir : 31. Mari kita simak dari Firman Allah SWT:

"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih karena mereka berdusta." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 10)

"(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata, Mereka itu (orang mukmin) ditipu agamanya. (Allah berfirman), Barang siapa bertawakal kepada Allah, ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Al-Anfal 8: Ayat 49)

"Apakah (ketidakhadiran mereka karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan rasul-Nya berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya, mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS. An-Nur 24: Ayat 50)

"Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata, Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 12)

"Atau apakah orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka?" (QS. Muhammad 47: Ayat 29)

Sehat Qalbu diperolah dengan beramal ibadah niatan ikhlas karena Allah SWT. Bukan Qalbu (hati) yang sakit digambarkan Allah dalam ayatnya :

Dari ayat diatas sudah jelas bahwa tidak hanya penyakit dari jasmani saja melainkan penyakit Qalbu juga ada. Semoga kita bukan termasuk orang-orang yang berpenyakit didalam hatinya. Kita perlu menjaga Qalbu ini agar sehat dan mau menerima hidayah dan inayah nya Allah SWT. Orang-orang yang hatinya berpenyakit adalah orang-orang yang sulit mendapatkan hidayah dan termasuk golongan pembangkang dan dengki.

D.   Matriks Antara Sehat Jasmani dan Sehat Akal dan Qalbu

 

Sehat Akal dan Qalbu

Iya

Tidak

Sehat Jasmani

Iya

Amal Ibadah Optimal

Amal Ibadah Kurang Optimal

Tidak

Amal Ibadah Cukup Optimal

Amal Ibadah Tidak Ada

 

Sehatnya Akal dapat diperoleh dari membaca buku, mendengarkan ceramah di majelis ilmu dan dari tadabbur ciptaan Allah. Sehatnya Rohani diperoleh dari amal-amal ibadah yang dilakukan karena niatan Allah SWT. Sehatnya Jasmani (Fisik) diperoleh dari pola hidup dan makan sehat.

Ketiga ini memiliki keterkaitan satu sama lain. Dalam melakukan ibadah tentu harus didukung kesehatan jasmani yang bagus. Contoh ibadah yang perlu kondisi jasmani yang baik adalah shalat, berpuasa, berperang di zaman Sahabat dan Rasulullah.

Rasulullah selama hidupnya berperang selama 28 kali. Kalau tidak sehat secara jasmani tdak mungkin Rasulullah bisa melaksanakan perang 28 kali selama hidupnya. Di mulai dari perang Abwa hingga perang Tabuk.

Jika seorang muslim Sehat jasmani dan sehat akal dan Qalbu maka ibadah yang dilakukan ibadah dalam kondisi sangat optimal. Misalkan melaksanakan ibadah wajib seperti shalat dengan gerakan sempurna, kemudian khusyu’ dan niatan ikhlas atas perintah ketaatan karena Allah SWT.

Jika seorang muslim tidak sehat secara jasmani tetapi sehat secara akal dan Qalbu, maka melaksanakan ibadah seperti shalat akan terkendala. Melaksanakan gerakan shalat tidak sempurna, karena mengharuskan shalat dalam keadaan berbaring karena tidak sanggup berdiri. Contoh ibadah wajib lainnya adaalah puasa di Bulan Ramadhan, tentu orang yang tidak sehat secara jasmani tidak bisa berpuasa dengan optimal di Bulan ini. Sehingga kondisi ini ibadah cukup optimal.

Jika seseorang muslim memiliki memiliki sehat secara jasmani akan tetapi tidak memiliki sehat secara akal dan Qalbu. Orang-orang ini termasuk orang-orang yang ada penyakit didalaam hatinya seperti digambarkan pada ayat-ayat Allah SWT yang disebutkan diatas. Mereka melakukan ibadah kepada Allah dengan berat dan ingin dipuji oleh manusia (riya’).

Terakhir kondisi seorang muslim pada bagan ini adalah orang-orang yang tidak memiliki kesehatan jasmani dan juga tidak memiliki kesehatan akal dan Qalbu. Orang-orang ini masuk kedalam orang-orang yang merugi. Merugi di dunia maupun di akhirat. Orang-orang yang tidak melakukan ibadah kepada Allah padahal beragama Islam atau hanya di KTP saja.

Ketidaksehatan kita dalam hal jasmani, jangan sampai menjadi kendala kita tetap melakukan ibadah kepada Allah SWT. Dan tetap berupaya melaksanakannya dengan optimal dan menjadikannya sebagai ladang pahala. Jika kita sabar menghadapinya akan ada pahala yang terus mengalir dari Allah SWT.

Kebersihan seorang Islam harus tetap dijaga agar bisa sehat secara jasmani, akal daan Qalbu. Yang memiliki sehat jasmani sejak lahir patut bersyukur kepda Allah SWT dan tetap menjaga jasmani agar tetap sehat bukti bersyukur kita kepada Allah SWT seperti menjaga pola hidup dan makan sehat, rutin berolah raga dan sering minum air putih serta makan buah dan sayur agar ibadah kepada Allah SWT dalam kondisi optimal. Allahu’alambishowab.

Sabtu, 18 September 2021

Ada apa dengan Agnostik?

Menurut Wikipedia agnostik adalah kepercayaan yang tidak mempercayai adanya Tuhan jika dapat dibuktikan dengan ilmiah maka mereka akan mempercayainya. Penganut agnostik ini sebenarnya orang-orang yang tidak mempergunakan akal dan fikirannya. Padahal bukti-bukti nyata sudah dapat kita rasakan dari disekitar kita. Seperti ada matahari, bulan, maupun yang tidak dapat dilihat seperti angin, oksigen dan gas-gas lainnya. Lupakah kalau kita meilhat bumi ini teratur sedemikan rupa planet-planet pun berputar pada porosnya masing-masing. Atau kita misalkan perumpamaan lalu lintas yang tidak diatur oleh POLANTAS. Apa yang terjadi? Saya yakin semuanya akan semberaut dan saling tabrakan satu sama lain, maka tidak akan ada yang selamat sampai tujuan. Hal ini terjadi karena tidak ada yang mengaturnya. Begitu pula bumi ini, jika tidak ada yang mengatur maka planet-planet akan bertabrakan, matahari dengan bulan pun bertabrakan. Kemudian apakah tidak cukup perumpaman seperti angin yang dapat kita rasakan tapi tidak bisa kita lihat? Oksigen pun demikian tidak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Apakah tidak cukup perumpamaan bahwa Allah SWT itu ada. Alam semesta ini pasti ada yang menciptakannya dan hanya satu yang menciptakannya yaitu Tuhan Timur dan Barat, Utara dan Selatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan tidak cukupkan peringatan nabi-nabi dari Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW. Ada ratusan Rasul dan Ribuan Nabi menyuruh menyembah Tuhan Yang Esa, Allah SWT. Peninggalan –peninggalan mereka masih terjaga kemurniannya hingga saat ini yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist, Ka’bah, hajar aswad dan bangunan-bangunan kuno lainnya.

Tidak akan pernah orang-orang agnostik bisa mempercayai Tuhan karena kesombongan yang ada dalam diri mereka dan menganggap bahwa mereka seolah-olah tidak butuh Tuhan. Mereka lupa bahwa kita manusia ini sangat lemah dan bahkan teramat lemah dan sangat sangat teramat kecil.

Manusia  hidup didunia ini punya keterbatasan ilmu, waktu (massa), tempat dan ukuran. Manusia tidak bisa menguasai semua ilmu dimuka bumi ini dan juga tidak bisa hidup di zaman Rasulullah dan juga tidak bisa menjangkau kaki disemua belahan bumi atau jagat raya ini yang kurang lebih terdiri dari 9 Miliar Galaxy. Salah satu galaxy nya bernama bima sakti tempat beradanya planet bumi. Manusia juga punya keterbatasan ukuran tinggi badan. Dengan keterbatasan-keterbatasan diatas, masihkah kita tidak perlu Tuhan untuk membimbing kita ke jalan yang benar.

Orang-orang agnostik pasti tidak memiliki pedoman hidup, mereka hidup akan semaunya saja menurut fikiran mereka. Salah satu pengantu agnostic mengatakan bahwa mereka mengambil sifat dari Nabi ataupun tokoh. Dia lupa bahwa Islam ini adalah agama yang komplit mengatur dari A sampai dengan Z. mengtur dari ybangun tidur hingga tidur kembali, ajaran Islam ajaran yang sudah sempurna. Didalam Al-Qur’an semua bidang mulai dari tentang sains, teknologi, hukum, ekonomi, lingkungan, social, sejarah dan budaya semua diceritakan dan dijelaskan disana. Kitab suci yang super lengkap dibanding kitab suci lainnya. Ajaran ini Allah yang buat untuk pedoman hidup manusia dan benar semua ajaran yang ada didalam Islam. Manusia penganut agnostik hanya mengambil ajaran sebagian kecil dan membuang sebagian besarnya. Tentu ini salah besar. 

Tunggu saja kehancuran orang-orang agnostik yang hanya menuruti nafsu belaka. Kita lihat saja ujung orang-orang agnostik dimuka bumi ini selama hidupnya seperti apakah? Kita sudah mengetahui satu orang penganut agnostik sudah terjerat kasus narkoba. Dan ingat bahwa Allah tidak butuh mereka, merekalah yang butuh Allah.

 

Wallahu’alam Bishawab

 

Tapsel, 18 September 2021

Yeni S.M

Selasa, 10 Agustus 2021

Childfree Dibenarkan Islam?

Saya kaget ternyata ada orang sudah menikah yang memiliki pemahaman tidak ingin memiliki anak walaupun secara reproduksi baik atau disebut childfree. Dan yang lebih kagetnya ada banyak orang yang menyetujui hal itu dan sebagian besar agamanya adalah Islam.

Islam ini adalah ajaran yang syamil mutakamil artinya sempurna dan menyeluruh. Mengatur urusan dari bangun tidur hingga tidur kembali, mengatur dari A sd Z. Syumuliyatul Islam yang memiliki 3 cakupan yaitu: Syumuliyatul zaman (kesempurnaan waktu), syumuliyatul minhaj (kesempurnaan pedoman hidup), dan syumuliyatul makan (kesempurnaan tempat/ruang). Salah satu contoh urusan yang bersifat sunnah seperti pernikahan dan mempunyai keturunan. Dan cukuplah penggalan satu hadist ini mengingatkan kita terkait hal ini untuk mengikuti ajaran Rasulullah baik yang wajib maupun yang sunnah.

“… Maka siapa yang tidak menyukai (berpaling dari) sunnahku. Maka dia bukanlah dari golonganku”. (Shahih Al-Bukhari, No.5063, No.1401)

Jika kita berpaling dari sunnah yang dicontohkan Rasullullah sudah dikatakan bukan dari golongan Rasulullah apalagi meninggalkan hal yang wajib.

Disin saya belum membahasa mengenai hal yang wajib melainkan membahas sunnah Rasulullah yang dicontohkan Rasulullah yaitu Rasulullah menikah daan memiliki anak juga. Terkait memiliki anak, Rasulullah sangat bangga jika ummatnya banyak anak dicuplik dari hadist dibawah ini.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Nikahilah perempuan yang pecinta (yakni yang mencintai suaminya) dan yang dapat mempunyai anak banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab (banyaknya) kamu di hadapan umat-umat (yang terdahulu)” [Shahih Riwayat Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim dari jalan Ma’qil bin Yasar].

Tidakkah kita cukup mengambil pelajaran dari Negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan dain Cina dimana angka kelahiran menurun drastis akibat kaum muda mudi enggan menikah atau memiliki anak. Jika kelahiran menurun drastis tiap tahunnya lambat laun Negara tersebut tidak memiliki generasi penerus dan tersisalah generasi tua yang sudah tidak produktif, lama-lama negara tersebut hancur dan mati karena tidak ada lagi yang mengisi bagian-bagian tertentu di negara tersebut seperti SDM untuk dibidang pertahanan, pemerintahan, industry dll.  Jepang dan Korea Selatan secara angka kelahiran sangat rendah sehingga Jepang mensiasati untuk membiayai pasangan yang ingin menikah. Sedangkan Cina mengubah kebijakan yang awalnya melarang pasang suami istri memiliki anak lebih dari satu akan tetapi sekarang beberapa provinsi di Cina bahkan memberikan subsidi pernikahan dan membantu membiayai pernikahan.

Tidak cukup kah ini sebagai bukti bahwa  pasangan yang memiliki kepemahaman untuk childfree sangat bahaya bagi negara ini khusunya dan tidak masuk ke golongan Rasulullah SAW. Bagaimana kita bisa mendapatkan syafa’atnya kelak masuk kedalam golongan Rasulullah pun kita tidak akibat berpaling dari sunnah yang diajarkan Rasulullah?

Wallahu a'lam bish-shawab.

 

Tapanuli Selatan, 10 Agustus 2021

 Yeni SM

Minggu, 23 Agustus 2020

PERAN DAN KONTRIBUSI PEMUDA TERHADAP KEMAJUAN PEMBANGUNAN DAERAH

Kemajuaan pembangunan suatu Daerah baik infrastruktur dan ekonomi tergantung pada kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dan akan terhambat jika kualitas pemangku kepemimpinannya buruk. Infrastruktur, ekonomi dan SDM (Sumber Daya Manusia), 3 hal ini sangat mempengaruhi kemajuan pembangunan Daerah tersebut.

3 pokok permasalahan ini saling terhubung dan terikat satu sama lain. Akibat infrastruktur yang buruk masyarakat tidak bisa menjual hasil tani nya ke luar Desa sehingga masyarakat menjual ke Tengkulak dengan harga yang sangat murah dan pendapatan keluarga yang pas-pasan menyebabkan masyarakat Desa tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan pokoknya dan mensekolahkan anak-anaknya hingga ke bangku SMA/Sarjana. Karena pendidikan yang rendah menyebabkan tidak dapat bersaing dengan yang lain dengan lulusan Sarjan, sehingga mendapatkan pekerjaan yang bagus dan gaji tinggi peluangnya sangatlah kecil. Akibatnya, yang miskin tetap miskin dan lingkaran kemiskinanpun tetap terjadi di Desa tersebut.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan adalah rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan tenaga kerja, lapangan kerja yang kurang, pemutusan hubungan kerja serta pengangguran.

Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2019 mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai  25,14 juta jiwa setara dengan 9,41 % dari jumlah penduduk Indonesia 266,91 juta jiwa. Jumlah kemiskinan di Indonesia tiap tahun naik kalaupun turun tidak mencapai 1 %.  Tahun 2020 diperdiksikan kemiskinan melonjak menjadi  10,56 % dari jumlah penduduk Indonesia.

Jumlah penduduk miskin yang tinggal di kota sebesar 9,99 juta jiwa dan yang tinggal di desa 15,15 juta jiwa atau sekitar dari 60,2 % penduduk miskin tinggal di Desa. Maka, mengentaskan kemiskinan di Indonesia dimulai dari penduduk miskin yang tinggal di Desa karena sebagian besar tinggal di Daerah.

Jumlah Desa di Indonesia sekitar 74.957 Desa, setiap daerah di Indonesia ini rata-rata memiliki setidaknya 2.204 Desa di daerahnya. Tentu Desa-Desa tersebutlah yang menjadi fokusan utama dalam memajukan pembangunan baik dari sisi infrastruktur, ekonomi maupun kualitas SDMnya serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat miskin atas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar seperti pemenuhan pelayanan pendidikan bagi keluarga miskin, pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin dan penyediaan prasarana dan sarana desa.

Permasalahan-permasalahan Bangsa ini sungguh banyak, akan tetapi tetap optimis bisa diatasi jika masih ada pemuda didalamnya. Alasan kenapa pemuda harapaan Bangsa ini dalam menyelesaikan banyaknya permasalahan Bangsa ini karena pemuda itu sendiri kata Hasan Al- Banna memiliki 4 asas yaitu keimanan, keikhlasan, semangat, dan amal merupakan karakter yang melekat pada diri pemuda. Sesungguhnya, asas keimanan adalah hati yang bersih, asas keikhlasan adalah jiwa yang suci, asas semangat adalah keinginan yang kuat, asas amal adalah semangat yang membara. Kesemuanya hanya ada pada diri pemuda.

 

Tidak hanya Hasan Al-Banna yang memiliki pendapat tentang peran pemuda, pelopor kemerdekaan Republik Indonesia Ir. Soekarno Hatta mengatakan:

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.”

Kata-kata bapak Proklamator ini menggambarkan bahwa kekuatan 1 orang pemuda bisa mewakili 100 orang tua dan kekuataannya dapat melibihi dari 100 orang tua tersebut sehingga dapat mengguncangkan Dunia.

Ulama Islam pun Dr. Yusuf Qardhawi pernah mengungkapkan  tentang kekuatan peran pemuda yang memiliki semangat yang membara dan jika ibarat matahari, maka pemuda bagaikan matahari yang bersinar tepat pukul 12 siang, dimana matahari sedang dalam panas dan teriknya yang sangat...” begitulah ungkapannya.

Ungkapan-ungkapan diatas tentang pemuda ini menggambarkan bahwa pemuda adalah pelopor Bangsa, agent of change dan problem solver bagi permasalahan di Indonesia serta iron stock pemimpin masa depan negeri ini serta agent of development atau agen pembangunan. Baik buruknya suatu negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan negari ini.

Pemuda ini tidak terlepas dari kampus-kampus negeri ini yang berisi para pemuda/i. Membangun kualitas mahasiswa baik kapasitas maupun kapabilitas berarti menyiapkan pemimpin masa depan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa ini dalam memajukan pembangunan Daerah baik infrastruktur, ekonomi maupun SDMnya.

Lantas, peran dan kontribusi apa yang bisa pemuda lakukan saat ini sebelum menjadi pemimpin-pemimpin masa depan di daerahnya masing-masing yaitu belajar, belajar dan belajar. Belajar dengan siapa pun, kapanpun dan dimanapun.

Belajar di kampus kita dapat meningkatkan kekompetenan keilmuwan kita yang berguna untuk memecahkan masalah Bangsa kedepannya. Berorganisasi kita bisa belajar menjadi pemimpin dilingkup kecil dengan berbagai networking yang kita dapatkan. Lewat organisasi ini pula kita dapat berkontribusi ke masyarakat dengan membuat Desa Binaan dalam memecahkan permasalahan di Desa tersebut. Selain itu para pemuda/i harus banyak belajar  ke negara lain yang sudah maju secara ekonomi, infrastruktur dan teknologinya.

Kemudian, dengan kesiapan pemuda-pemudi ini secara kompeten dan keprofesian serta kepahaman tentang agama yang baik insyaAllah bumi ini akan siap diwarisi oleh pemuda/i seperti ini. Permasalahan Bangsa maupun permsalahan Internasional akan mudah diatasai.

Wahai para pemuda/i sebagai pewaris negeri ini, mari kita siapkan ilmu dan pengalaman sebanyak mungkin, jangan bosan untuk terus belajar kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun. Kalau bukan kita yang mempersiapkan diri menjadi pemimpin dan pewaris negeri ini, lantas siapa lagi?, Kalau bukan sekarang kita memeprsiapkannya, lantas kapan lagi?.

Sumber :

Zamzam. 2018. Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kemiskinan di Desa Madello Kecamatan Balusu Kabupaten Barru. Skripsi. Makassar: Universitas Negeri Makassar. (28 Mei 2020)

https://www.bappenas.go.id/files/3513/5211/1083/bab-16---penanggulangan-kemiskinan__20090202213335__1758__16.pdf. (28 Mei 2020)

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/12/20/jumlah-penduduk-miskin-di-desa-dan-kota-mengalami-penurunan. (28 Mei 2020)

https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/01/15/1743/persentase-penduduk-miskin-september-2019-turun-menjadi-9-22-persen.html. (28 Mei 2020)

Sabtu, 27 Juni 2020

Ternyata ini Manfaat Dzikir


Secara bahasa Dzikir memiliki arti "menyebut", "mengingat" atau "berdoa", kata zikir juga berarti memori, pengajian. Dalam bahasa agama Islam zikir sering didefinisikan dengan menyebut atau mengingat Allah dengan lisan melalui kalimat-kalimat thayyibah.
Anjuran dzikir setiap saat dan sebanyak-banyaknya berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring sebagaimana dijelaskan di firman ALLAH SWT sebagai berikut:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya,"(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 41).

"(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka,"(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 191).

Manfaat dan keutamaan dzikir adalah satunya ada pada ayat sebagai berikut ini:
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram,"(QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 28).

Manfaat dan keutamaan dzikir menurut ulama kita Ibnu Al- Qoyyim adalah sebagai berikut:
1
Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.
2
Membuat Allah ridah.
3
Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia.
4
Membahagiakan dan melapangkan hati.
5
Menguatkan hati dan badan.
6
Menyinari wajah dan hati.
7
Membuka lahan rezeki.
8
Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.
9
Melahirkan kecintaan.
10
Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
11
Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
12
Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
13
Pembuka semua pintu ilmu.
14
Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
15
Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
16
Menghidupkan hati.
17
Menjadi makanan hati dan ruh.
18
Membersihkan hati dari kotoran.
19
Membersihkan dosa.
20
Membuat jiwa dekat dengan Allah.
21
Menolong hamba saat kesepian.
22
Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
23
Penyelamat dari azab Allah.
24
Menghadirkan ketenangan.
25
Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
26
Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
27
Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
28
Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
29
Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.
30
Mendapat pemberian yang paling berharga.
31
Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
32
Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
33
Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
34
Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
35
Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
36
Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
37
Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
38
Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
39
Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
40
Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.
41
Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
42
Menjadikan hati selalu terjaga.
43
Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.
44
Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
45
Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
46
Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
47
Melembutkan hati.
48
Menjadi obat hati.
49
Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
50
Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
51
Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
52
Majlis dzikir adalah taman surga.
53
Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
54
Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
55
Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
56
Semua kebaikan ada dalam dzikir.
57
Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.
58
Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
59
Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
60
Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
61
Memberikan kekuatan jasad.
62
Menolak kefakiran.
63
Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
64
Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
65
Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan dzikir.
66
Penghalang antara hamba dan jahannam.
67
Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
68
Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.
69
Membersihkan sifat munafik.
70
Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
71
Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
72
Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
73
Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.

A.  Dzikir ada 2 bagian :
  1. Dzikir mutlak adalah Segala jenis ketaatan baik yang nampak mauapun yang tidak Nampak.
  2. Dzikir terbatas adalah seperti Tilawatul Qur'an, shalat dll

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah sholat untuk mengingat Aku,"(QS. Ta-Ha 20: Ayat 14).
B.  Ada 5 jenis dzikir yaitu:
1.      Dzikir pagi dan sore

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang,"(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 41-42).

2.      Alwirdul Qur'ani (Wirid Qur'an)
Membaca Al-Qur'an hal yang oaling istemewa apalagi di bulan Ramadhan.
3.      Dzikir yang kita baca sehari-hari.
Contoh nya : Kita mau makan, mau tidur, Do'a bangun tidur :
4.      Doa-doa ma’tsur pada berbagai keadaan yaitu seperti do'a nabi² didalam Al-Qur'an
5.      Wirid-wirid ma'tsur yaitu kumpulan wirid dzikir untuk dibaca, contoh membaca istighfar 100 x dan Shalawat 100 x.

Lawan kata dari mengingat adalah lupa. Setan tugas utama nya adalah melalaikan manusia untuk mengingat Allah SWT.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi."(QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 19).

Allahu’alam Bishowab
Bandung, 26 Juni 2020
@Yeni_s.m

Pertumbuhan Dinasti-Dinasti pada masa Abbasiyah

Berkuasa sekitar 767 tahun dari tahun 750   M s.d. 1517 M didirikan oleh Abbdullah bin saffah. Wilayah kekuasaan Abbasiyah meliputi Maroko...